Punya Suami Super Sayang, Wanita Ini Ngotot Cerai. Tak Disangka SMS Itu Buatnya Nyesal Seumur Hidup
Loading...
Loading...
Kebanyakan wanita tentu menginginkan seorang suami yang begitu mencintai mereka.
Memberikan perhatian juga kasih sayang yang berlimpah.
Tapi bagaimana jika memiliki seorang suami yang super sayang.
Apakah akan bahagia?. Seperti hidup wanita satu ini, ketika dia memiliki suami yang begitu sayang, ia malah ngotot minta cerai.
Tak disangka saat ia nekat, satu SMS membuatnya menyesal bukan main dan ingin mengakhiri hidupnya.
Berikut kisahnya yang dilansir HOW.
Aku dan suamiku berkenalan lewat jejaring sosial.
Sebenarnya kondisiku hari ini memang merupakan salahku.
Saat aku berkenalan dengan dia, aku sudah memiliki pacar, namun hubunganku dengan pacarku tidak begitu baik.
Mantan pacarku adalah seseorang yang sangat gila kerja, dia lebih banyak menghabiskan waktunya demi pekerjaan daripada memperhatikanku.
Sehingga aku merasa dia tidak terlalu mencintaiku, dan memberiku kesempatan untuk berkenalan dengan pria lain.
Awalnya hubunganku dengan suamiku sangatlah baik, aku sangat bahagia jika mengobrol dengan dia.
Bagiku, dia adalah pria yang sabar, tak peduli apa pun yang kukatakan, ia adalah orang pertama yang menjawabku.
Dia sabar mendengar ocehanku, dan juga sering membuatku tertawa, perlahan aku menjadi semakin bergantung pada dia.
Sebelum aku benar-benar menjalani hubungan serius dengan dia, hubungan kami sudah terlebih dahulu diketahui oleh pacarku.
Aku pun berpisah dengan pacarku.
Setelah berpisah, aku sama sekali tidak merasakan patah hati, selalu ada suamiku yang menemaniku. Aku masih ingat saat- saat dia selalu memberikanku semangat.
Waktu itu, aku dan suamiku berhubungan jarak jauh, kami lebih sering mengandalkan media sosial untuk berkomunikasi, hampir setiap kali di saat bukan jam kerja.
Kami sering saling telpon atau chatting. Saat aku tidak membalas pesannya atau tidak menerima telefonnya, dia akan terus mencariku dan bawel seperti seorang wanita, bertanya banyak hal setelahnya.
Jujur saja, saat itu aku merasa perilaku suamiku adalah bentuk cintanya kepadaku, jika mencintai seseorang, ia pasti akan setiap saat memikirkanmu.
Aku mengira ini adalah sebuah kebahagiaan. Suatu kali ia mengatakan bahwa ia tidak tahan lagi berhubungan jarak jauh, ia pun meninggalkan pekerjaannya dan datang ke kotaku.
Saat itu aku sangat terharu, saat dia datang, dia tak memiliki tempat tinggal, dia pun tinggal di tempatku dan kami pun tinggal bersama!
Awalnya kami begitu dekat, kami berdua sangat bahagia, setiap hari hampir tidak pernah terpisahkan, setelah 3 bulan, kami pun tidak sabar untuk menikah.
Setelah menikah, kedekatan kami semakin lama semakin renggang, aku memiliki teman dan lingkunganku sendiri.
Terkadang saat aku pergi keluar bersama teman, dia tidak henti- hentinya menelefonku, menyuruh aku untuk cepat pulang, bahkan sampai mendatangiku.
Saat aku sedang lembur di kantor, ia akan menelefon teman kantorku untuk memastikan bahwa aku benar- benar lembur.
Ilustrasi (ISTIMEWA)
Lama- kelamaan aku menjadi semakin risih, aku merasa dia membatasi kebebasanku, kami sering bertengkar karena hal ini, namun ia selalu menjelaskan bahwa ia melakukan hal ini karena ia sangat mencintaiku.
Dia selalu mengatasnamakan cinta untuk mengikatku.
Suatu hari saat aku sedang pergi bersama dengan teman- teman kantorku, aku pulang diantar oleh teman kantor lelakiku, saat hendak masuk rumah, suamiku melihat kami.
Aku menjelaskan bahwa itu hanyalah teman kantor, dia tak percaya dan menuduhku selingkuh, aku malas untuk mempedulikannya, tak disangka dia malah menamparku.
Kali itu aku benar- benar marah, aku mengemas barang- barangku dan keluar dari rumah, dia menarikku dan berlutut, memohon agar aku jangan pergi, namun semua itu tidak menghalangiku!
Yang paling tidak kusangka adalah dia menyalin seluruh kontak telepon dari Handphoneku.
Saat aku meminta bercerai, dia langsung mengirimkan pesan ke seluruh teman dan keluargaku, mengatakan bahwa aku selingkuh dan membawa pulang pria lain ke rumah.
Tak lama kemudian, aku menerima telepon dari orang tua dan teman- teman baikku, menanyakan apa yang terjadi padaku sebenarnya.
Bahkan sampai bos dan pelangganku pun menerima pesan singkat tersebut.
AKu sudah hampir tidak punya muka lagi, aku benar- benar menyesal pernah menikah dengan suami seperti ini!
Sekarang ke mana pun aku pergi, selalu ada orang yang membicarakanku di belakang, seluruh kehidupan dan lingkungan. (*)
Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2017/10/12/punya-suami-super-sayang-wanita-ini-ngotot-cerai-tak-disangka-sms-itu-buatnya-nyesal-seumur-hidup?page=all
0 Response to "Punya Suami Super Sayang, Wanita Ini Ngotot Cerai. Tak Disangka SMS Itu Buatnya Nyesal Seumur Hidup"
Posting Komentar