Iklan 336x280

Loading...
Loading...

Ngeri! TNI Ungkap Peluru Yang Diimpor Brimob Untuk Perang Perkubuan

Loading...
Loading...
JAKARTA - Sengeri apa daya ledak dari amunisi tajam 5.932 amunisi untuk arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter milik Brimob yang akhirnya disimpan di gudang amunisi Markas Besar TNI?

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengungkapkan peluru tersebut digunakan untuk perang perkubuan.
Ngeri! TNI Ungkap Peluru Yang Diimpor Brimob Untuk Perang Perkubuan

Musuh yang berada di balik perkubuan bisa dihancurkan menggunakan peluru yang menyerupai granat tersebut.

"Masalah ancaman amunisi seperti ini ditujukan untuk menghancurkan perkubuan. Jadi orang orang yang berada di belakang perkubuan bisa dihancurkan dengan amunisi ini," kata Wuryanto saat memberikan keterangan pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Kepada wartawan, Wuryanto mengungkapkan kengerian akibat dari peluru tersebut keluar dari laras.

Baca: KJRI Kota Kinabalu Bebaskan TKI dari Hukuman Mati

Pertama, setelah meledak, peluru itu kemudian meledak untuk kali kedua dan menimbulkan pecahan tubuh granat berupa logam kecil yg melukai maupun mematikan.

"Granat ini bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. Jadi ini luar biasa. TNI sendiri sampai saat ini tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu," ujar Wuryanto.

Kedua, amunisi yang dikemas dalam 71 koli itu mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak mencapai 400 meter.

Penyimpanan amunisi yang mematikan itu di gudang TNI karena belum ada aturan sebagai payung hukum agar amunisi tajam tersebut bisa dimiliki selain institusi militer.

Selama ini, Indonesia hanya memiliki aturan dalam Instruksi Presiden No 9 tahun 1976 tentang Pengawasan Senjata Api.

Di aturan itu, standar militer adalah kaliber 5,56 milimeter ke atas.

"Amunisi untuk standar militer di atas 5, 56 milimeter. Standar nonmiliter di bawah itu. Kami hanya menerapkan aturan saja," ujar Wuryanto.

Sebelumnya, senjata milik Polri tersebut sempat ditahan di Bandara Soekarno Hatta karena terdapat di antaranya amunisi tajam.

Amunisi tersebut untuk Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter.

Terdapat tiga jenis amunisi dari senjata tersebut yakni amunisi smoke atau asap, gas air mata, dan amunisi tajam. Senjata tersebut diimpor dari Bulgaria.

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2017/10/10/ngeri-tni-ungkap-peluru-yang-diimpor-brimob-untuk-perang-perkubuan?page=all

0 Response to "Ngeri! TNI Ungkap Peluru Yang Diimpor Brimob Untuk Perang Perkubuan"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1