Iklan 336x280

Loading...
Loading...

Ketika Habib Rizieq Tak Kunjung Pulang

Loading...
Loading...
Musim Haji telah lewat, jamaah haji Indonesia sudah kembali ke tanah air, 22 September 2017 juga telah berlalu sekian lama, namun janji Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke tanah air tak kunjung datang, meski kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro menyatakan, kliennya bakal tiba di Indonesia pada akhir bulan September usai menjalani ibadah haji.

Padahal jika Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu datang, aparat kepolisian akan melakukan pengamanan, terutama di bandara untuk menyambut kedatangannya. Belum lagi massa, konon akan ada 1 juta massa FPI dan simpatisannya menyambut Rizieq Shihab. Konsepnya seperti Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini ketika pulang dari pengasingan di Perancis ke Iran.
Habib Rizieq Shihab. (visimuslim)

Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, pada akhir Mei lalu malah menyebut, selain melakukan aksi 1 juta, akan ada gerakan dari organisasi masyarakat melakukan pengibaran bendera setengah tiang.

Tetapi kedatangan Rizieq Shihab, bagai menunggu godot, tanpa kepastian. Rizieq Shihab beberapa kali dikabarkan akan kembali ke Indonesia, tetapi hingga sekarang belum juga terwujud.

Rizieq sendiri memilih pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Dia diduga menghindari panggilan dari kepolisian terkait kasus chat yang mengandung konten pornografi bersama Firza Husein.

Polisi kemudian menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus atas kasus pronografi itu pada 29 Mei lalu. Tentu bukan tanpa alasan jika polisi menjadikan Rizieq sebagai tersangka. Ini karena mereka telah menemukan bukti permulaan yang cukup.

Namun, rupanya pemimpin FPI itu memilih pergi. Kasus hukumnya menggantung begitu saja. Tentu ini menjadi sebuah tanda tanya, mengapa pria gagah perkasa yang sebelumnya aktif turun dalam demonstrasi menentang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama, tidak memenuhi panggilan untuk diperiksa oleh polisi untuk klarifikasi sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

Mengapa ada janji segera pulang, jika hingga 6 bulan berlalu, Rizieq Shihab lebih nyaman di Arab Saudi? Sampai-sampai Mabes Polri lah yang mengirim penyidik untuk memeriksa Rizieq Shihab di sana pada Agustus lalu. Itu diakui oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Karena yang bersangkutan (Rizieq) sedang melakukan ibadah. Dari pada menunggu, anggota kami yang berangkat ke sana untuk melakukan pemeriksaan," begitu dalihnya.

Tito juga tidak menjelaskan secara rinci terkait teknis pemeriksaan. Dia memastikan akan mengungkap hasil pemeriksaan ke publik setelah polisi rampung memeriksa Rizieq. Perkara Rizieq sempat duajukan ke Interpol untuk penerbitan red notice. Namun, red notice tidak dapat terbit karena kasus itu tidak memenuhi syarat penerbitan red notice. Hingga kini, polisi masih belum menentukan langkah pasti untuk memulangkan Rizieq.

Kasus Rizieq menjadi sebuah PR bagi polisi untuk menuntasnya. Ketika peralihan kepimpinan di Polda Metro Jaya, dari Irjen Pol Mochamad Iriawan ke Irjen Pol Idham Azis, tokoh-tokoh FPI berharap, kasus Rizieq akan ditutup alias di SP3.

Kuasa hukum Rizieq mendesak agar permohonan SP3 itu dikabulkan karena mereka menganggap sudah memenuhi unsur pengabulan, lantaran tidak adanya alat bukti yang kuat.

Kombes Pol Adi Deriyan, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa (5/9/2017) lalu, mengatakan, untuk luluskan permohonan SP3 Rizieq itu, maka polisi akan kembali menggelar perkara, sehingga nantinya bisa disimpulkan apakah permohonan itu dapat diluluskan atau tidak. Sebab untuk memutuskan SP3 kasus Rizieq, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sampai sekarang hal itu, masih didalami oleh penyidik.

Polisi masih bersikeras menunggu kepulangan Rizieq Shihab dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Sebaliknya, Rizieq Shihab bersikeras tak mau pulang, lantaran menurut kuasa Hukum Rizieq Shihab Eggi Sudjana Selasa (11/10/2017), ketidakpulangan kliennya itu demi menjaga persatuan dan keamanan Indonesia.

Jika Rizieq pulang, dikhawatirkan dua kubu akan terjadi benturan dan konflik yang panjang. "Bayangkan, pendukung Ahok misalnya, juga pendukung Jokowi pengin sekali Habib Rizieq ditahan. Sementara, pendukung Habib Rizieq, nggak mau dong ditahan," ungkap Eggi.

Apapun alasannya, sebagai warna negara Indonesia yang baik, harusnya Rizieq Shihab kembali, menyelesaikan kasus hukumnya dan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan sama seperti tokoh-tokoh lainnya.

Sumber : http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/107418/ketika.habib.rizieq.tak.kunjung.pulang

0 Response to "Ketika Habib Rizieq Tak Kunjung Pulang"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1