Iklan 336x280

Loading...
Loading...

Eko Kuntadhi: Bunga-bunga Itu Berbicara Lagi, Terima kasih Ahok

Loading...
Loading...
Karangan bunga kembali membanjiri Balai Kota Jakarta jelang berakhirnya kepemimpinan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Warga mengirim karangan bunga itu sebagai ucapan terima kasih kepada Djarot dan gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, atas kinerja mereka membangun ibukota.

Fenomena karangan bunga ini sebelumnya terjadi pada pada April 2017 lalu, saat Ahok-Djarot kalah di Pilkada DKI dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Hal ini membuat penggiat media sosial Eko Kuntadhi mengenang sosok Ahok yang kini mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah divonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara di kasus penistaan agama.

"Bunga-bunga itu bicara lagi. Berjajar di Balai Kota mengungkapkan kenangan terakhirnya tentang kisah seorang pemimpin yang cintanya pada rakyat dan bangsa setulus senyumnya yang tak pernah lekang," kata Eko.

Berikut tulisan lengkap Eko Kuntadhi, dikutip Netralnews.com dari akun Facebooknya, Selasa (10/10/2017).

BUNGA-BUNGA ITU BERBICARA LAGI

Bunga-bunga itu bicara lagi.
Berjajar di Balai Kota Jakarta
dengan berbagai ungkapan
seperti sebait puisi rindu dan surat cinta.

Orang bilang kami belum move on
biarlah, kami juga tidak terlalu peduli
rakyat mana yang mampu move on dari seorang pemimpin yang baik,
yang mengabdikan diri untuk rakyatnya,
yang bekerja begitu keras untuk sebuah cita-cita bersama,
yang anti korupsi, yang kemudian dinistakan dengan beringas.

Kami tidak ingin move on, jika itu diartikan sama dengan melupakan


sebab kami tidak mungkin melupakan sosok lelaki yang membuat kami pernah merasa hebat jadi penduduk Jakarta.
Sejak dulu kami tidak pernah merasa dihargai sebagai rakyat ketika datang ke birokrasi untuk mengurus ini-itu, biasanya kami cuma dipandang sebagai sapi perah. Tapi, pernah ada satu masa, dimana birokrasi Jakarta bisa bekerja dengan baik. Kmi dilayani seperti nasabah prioritas sebuah bank, kami dianggap ada kami diperlakukan sangat manusiawi.

Bayangkan, kami rakyat kecil, tapi mendapat tempat begitu terhormat
pernah, ya, itu pernah kami rasakan
sayang masa itu singkat sekali.

Kini pelayanan dan penghargaan itu pelan-pelan menyurut di mata birokrasi Pemda, kami kembali lagi menjadi bukan siapa-siapa, mungkin kami akan kembali jadi sapi perah.

Tapi setidaknya kami pernah merasakan sekali saja, bagaimana rakyat punya begitu banyak kedaulatan.

Di masa Ahok, kami pernah merasakan, nikmatinya jadi rakyat, nikmatnya memiliki pemimpin yang bekerja keras dan tulus.

Jadi, jika diminta untuk melupakan itu semua, mana mungkin?

Sekarang simpan saja move on-mu di saku secalana. Biarkan kami mengenang apa yang bisa kami kenang
sebab sepekan lagi, kenangan itu mungkin akan jadi lebih menyakitkan.

Bunga-bunga itu bicara lagi
tentang rasa hornat dan terima kasih.

Pak Ahok, terima kasih sudah menjadikan Jakarta kota yang manusiawi, meski cuma sebentar.

Terima kasih sudah menjadikan Balai Kota sebagai rumah pengaduan rakyat, meski cuma sebentar.

Terima kasih sudah mengajarkan, bagaimana semestinya birokrat Pemda bekerja untuk melayani meski cuma sebentar.

Bunga-bunga itu bicara lagi
berjajar di balai kota mengungkapkan kenangan terakhirnya tentang kisah seorang pemimpin yang cintanya pada rakyat dan bangsa setulus senyumnya yang tak pernah lekang.

Bunga-bunga itu berbicara lagi
sepekan ini akan terus berbicara
memenuhi halaman balai kota Jakarta.


Sumber: netralnews.com

Sumber : http://www.gentanusa.com/2017/10/eko-kuntadhi-bunga-bunga-itu-berbicara.html

0 Response to "Eko Kuntadhi: Bunga-bunga Itu Berbicara Lagi, Terima kasih Ahok"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1