Iklan 336x280

Loading...
Loading...

Ini Pengakuan Mengejutkan dari Pria yang Bawa Kapak dan Gergaji Bubarkan Ibadah Sekolah Minggu

Loading...
Loading...
JAKARTA- Seorang pria yang membawa kapak serta gergaji terekam video saat mau membubarkan ibadah anak-anak sekolah minggu, Sabtu (23/9).

Pria yangmemakai lengan panjang kemudian berteriak-teriak kepada pemilik rumah sambil mengacung-acungkan dua senjata tajam itu.
Ini Pengakuan Mengejutkan dari Pria yang Bawa Kapak dan Gergaji Bubarkan Ibadah Sekolah Minggu

Anak-anak yang melihat langsung peristiwa mencekam ini menangis.

Sementara sejumlah ibu-ibu dan penanggung jawab ibadah sekolah minggu berusaha menangkan pria ini.

Kejadian yang merusak semangat kebhinekaan itu berlangsung di Rusun Pulogebang, DKI Jakarta.

Banyak pihak yang pada akhirnya menyayangkan kelakuan pria tersebut.

Bahkan banyak netizen menyamakan tindakannya seperti PKI.

Pasalnya belakangan ini bangsa Indonesia sedang diterpa isu dengan kebangkitan partai komunis.

Tapi pria ini yang belakangan diketahui bernama M. Nasoem Sulaiman meminta maaf kepada pemilik rumah dan penanggung jawab ibadah anak-anak sekolah minggu.

Permintaan maaf secara langsung ditulis di atas secarik kerta yang dibubuhi meterai dan tanta tangan pelaku. Ada juga tanda tangan dari beberapa saksi, kepala RT termasuk Keluarga Boy Palandeng yang diwakili oleh perempuan bernama Inggrid.

Seorang pria terekam bawa kapak dan gergaji berusaha bubarkan jalannya kebaktian Sekolah Minggu yang sedang berlangsung di sebuah Rusun

Seorang pria terekam bawa kapak dan gergaji berusaha bubarkan jalannya kebaktian Sekolah Minggu yang sedang berlangsung di sebuah Rusun (Kolase Tribun Manado)

Dalam kertas tersebut ditulis bahwa ia mengaku khilaf atas perbuatannya lantaran dalam kondisi baru pulang kerja.

Ia pun berjanji tak akan mengulang perbuatan yang meresahkan sesama warga.

M. Nasoem Sulaiman juga menulis bahwa ia tidak ada dendam dengan keluarga.

Apabila jika sampai mengulangi perbuatannya lagi, ia bersedia dihadapkan pada pihak yang berwajib (polisi).

Permintaan maaf yang ditulis tangan tertanggal 23 September 2017.

penyerang kgpm minta maaf

penyerang kgpm minta maaf (ist)

Ini isi suratnya: 

Surat Pernyataan

Yang bertanda tangan di bawa ini:

Nama : M. Nasoem Sulaiman

Alamat : Rusun Pulogebang. Blof F. No 309 RT 001/001. Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Menyatakan bahwa kejadian di Rusun Pulogebang. Blof F, Lantai 3 Selasar, terkait kegiatan dari Keluarga Boy Palandeng (Inggrit/Inge) saya hilap karena kondisi baru pulang kerja.

Dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi.

Serta saya tidak ada dendam pada keluarga Inge.

Apabila kejadian serupa terulang lagi, saya bersedia dihadapkan pada yang berwajib serta pada kejadian ini saya pribadi minta maaf.

Menurut beberapa sumber peristiwa terjadi di Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Daniel Jakarta. 

Penyerangan ibadah pertama kali diunggah Pemilik akun twitter @Ustadz Think. Akun ini juga telah menandai twitter Polda Metro Jaya agar menindaklanjuti aksi pria yang bertindak meresahkan tersebut.

"Ustadz Think‏ @ustadzthink Ini sakit! Orang sedang kebaktian di Rusun Pulogebang di Usir oleh Pria Membawa Kampak dan Gergaji. cc : @HumasMetroJaya". (dru)

Ini videonya:


Sumber : http://manado.tribunnews.com/2017/09/24/pengakuan-mengejutkan-pria-yang-bawa-kapak-dan-gergaji-bubarkan-ibadah-sekolah-minggu?page=all

0 Response to "Ini Pengakuan Mengejutkan dari Pria yang Bawa Kapak dan Gergaji Bubarkan Ibadah Sekolah Minggu"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1